Gadis Dalam Luka Terdalam

Kau begitu manis ketika terluka,
perangaimu yang biasa kasar,
meleleh melembut,
seringkih kapas.

Puisi Normantis

Sumber gambar: 123RF Sumber gambar: 123RF

Kau begitu manis ketika terluka,
perangaimu yang biasa kasar,
meleleh melembut,
seringkih kapas.

Kau tengadahkan tanganmu,
“Bangunkan aku..”
Dua tetes airmata
menghapus bedakmu,
larut bersama lipstikmu.

Kau memandangi mataku,
mata seseorang yang kau sakiti selama ini.
Kini tinggal aku seorang di depanmu,
tiada lagi yang mengasihimu.

Kau ulurkan tanganmu lagi,
“Bangunkan aku…”
Tiga tetes airmata
menghapus wajahmu,
larut bersama urat malumu.

Kau memandangi tanganku,
tangan seseorang yang selama ini mencintaimu,
namun kau khianati
bersama lelaki
yang akhirnya membuatmu
luka seperti ini.

Kau turunkan tanganmu,
“Maafkan aku..”
Ribuan tetes airmata
memandikanmu,
menghanyutkan segala kamu.

Kau melihat aku
yang kini menggendongmu
untuk pulang.

(Purwokerto, 2007)
Norman Adi Satria

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s