WEDHANG

Puisi Normantis

Tea kettle with boiling water; steam against a black background.

Banyu amat senang bisa mampir di penginapan Bu Ceret.
“Di sini hangat, Bu, tidak seperti di rumah Om Pipa.” kata Banyu.
“Oh tentu, karena disini ada Api.
Nanti saat bel corongku berbunyi,
kau takkan disebut Banyu lagi.” kata Bu Ceret dengan lembut.
“Oya, akan disebut apa aku nanti?”
“Kamu akan disebut Wedhang,
karena kamu sudah matang.
Nanti Sang Empu akan mengawinkanmu
dengan segala aroma dan rasa,
sebelum ia meminumnya untuk melepas dahaga.”
NGUUUNG…
“Nak, bel telah berbunyi, sampai jumpa lagi.”

(Bekasi, 30 April 2013)
Norman Adi Satria

*Banyu (Bhs. Jawa) : Air.
*Wedhang (Bhs. Jawa) : Air matang, minuman.

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s