Pejuang Emansipasi WARIA

Puisi Normantis

pejuang emansipasi waria

PEJUANG EMANSIPASI WARIA

Karya : Norman Adi Satria 

R.A. Kartini, Sang pejuang “emansipasi wanita”, menyemangati perempuan Hindia Belanda untuk bangkit dan memperoleh tempat layak. Bukan hanya memasak di dapur, menimang anak hingga tidur, atau melayani suami di kasur, namun juga untuk menjadi pemikir, menyuarakan pemikirannya, dan juga berkarya untuk bangsanya.

Kekaguman saya tak hanya tertambat padanya, namun juga pada sosok yang jauh dari publikasi, sebut saja namanya Bunda. Saya mengenalnya sekitar 3 tahun lalu, ketika saya masih menjadi Creative di sebuah stasiun televisi di Jakarta.

Bunda (berusia sekitar 40 tahun), adalah seorang WARIA yang merasa terpanggil untuk memperjuangkan hak kaumnya (sesama waria) untuk bangkit dari keterpurukan. Hatinya telah lama teriris melihat sesamanya yang berada pada titik tengah gender, bertubuh lelaki dengan hati wanita, yang tidak mendapat haknya sebagai bagian dari masyarakat dan anak bangsa. Telah lama waria jadi bahan cibiran, tidak mendapat lapangan kerja seluas-luasnya (terutama di perkantoran), sehingga banyak…

View original post 170 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s